Di BAlik Deretan A, B, C, D,………..
Bayangkan dunia tanpa huruf….
Maka tulisan ini pun tidak akan pernah ada serta semua bentuk surat, SMS, buku dan segala jenis konunikasi yang berebentuk tulisan hanya akan teriri dari atas tanda dan gambar. Bahkan kita pun mungkin tidak akan tahu apa yang terjadi pada masa lalu. Karena tidak ada sejarah yang bisatercatat dan dipelajari. Ama seperti yang dilakukan olehbangsa Mesir kuno yang kira – kira hidup pada tahun 4000 SM, serta bangsa Babylonia tidak lama kemudian setelahnya. Bangsa Babylonia memulainya dengan abjad paku(cuneiform). Kemudian bangsa Phoenicia mengambil dan memadukan bentuk dan pengaruh dari mesir serta babylonia tersebut menjadi system abjad pertama didunia pada sekitar tahun 1300 SM. Abjad Phoenicia ini terdiri atas 23 simbol sederhana yang merupakan nenek moyang bagi huruf mati yang kita kenal sekarang serta terbatas hanya sebagai unsure bunyi. Abjad ini pun harus dibaca dari kiri ke kanan.
Bangsa Yunani kemudian meminjam dan merombak abjad Phoenicia tersebut menjadi bentuk yang lebih teratur. Menyempurnakannya dengan menambahkan huruf hidup seperti A/Alpha, E/Epsilon, I/Iota,O/Omirico, dan Y/Upsilon. Sekaligus memperkenalkan cara baca dari kiri ke kanan. Maka, lahirlah standar system huruf/abjad yang dikenal dengan nama alphabet yang merupakan singkatan dari dua huruf pertama dalam sistem alphabet Yunani, yaitu Alpha dan Beta. Sistem Alphabet inilah yang kemudian disempurnakan lagi oleh bangsa Romawi untuk melahirkan alphabet latin yang merupakan dasar bagi sistem alphabet yang lazim digunakan saat ini. Yang sangat menarik adalah sejarah dari alphabet ini yaitu lika – liku gambar yang bisa menjelmamenjadi satu huruf seperti yang kita kenal saat ini. Dari gambar orang mesir yang begitu beragam, lambat laun disederhanakan sehingga pada akhirnya gambar tersebut hanya mewakili satu kata, yaitu suku kata pertama dari nama benda yang digambar.
Contoh perjalanan huruf A misalnya. Huruf pertama ini asalnya gambar dari kepala banteng yang dalam bahasa phoeinicia disebut Aleph. Dalam sistem bahasa Yunani, huruf ini berubah menjadi alpha dan kemudian menjadi A yang kita kenal saat ini. Maka, jika diperhatkan dengan seksama dan sedikit imajinasi huruf A ini seperti kepala banteng yang digambar oleh bangsa Phoenicia. Huruf B sendiri pada awalnya adalah gambar bentuk sebuah rumah yang dalam bahasa Phoenicia disebut Beth. Dari huruf B yang berrasal dari Beth tersebut, kemudian berkembang menjadi Beta dalam alphabet Yunani, lalu menjelma menjadi B yang kita kenal sekarang. Contoh lain yaitu lika – liku huruf C yang pada awalnya berasal dari huruf. Karena huruf yang ketiga dari bahasa Phoenicia yaitu hurruf g yang merupakan suku kata pertama Gimel yang berarti unta. Gimel kemudia berubah menjadi Gamma huruf ketiga dalam Alphabet Yunani. Dalam bahasa latin huruf ini menjadi huruf C yang memiliki suku kata pertama Camel.Maka, jika kita perhtikan huruf c dan g ini mungkin akan mengingatkan kita pada bentuk punuk seekor unta.
Adanya sejarah dibalik terciptanya abjad dan alphabet ini menunjukan bawa terdapat begitu banyak makna yang bisa terkandung dalam suatu huruf. Bahkan, ketika huruf tersebut berdiri sendiri atau tidak sedang berada dalam kata atau kalimat. Suatu huruf seperti A atau B atau C atau X mengandung karakter tersendiri yang berbeda. Dengan demikian, dapat dibedakan satu sama lain. Oleh karena itu, setiap huruf juga sekaligus bisa berfungsi sebagai penyampaian pesan yang memiliki arti dan makna yang berlainan. Apalagi kaitannya dengan Desain, khususna grafis. Seperti yang dibutuhkan ketika kita hendak mendesain sesuatu seperti poster atau T-shirt misalnya. Karena desain grafis tidak terdiri dari bentuk gambar saja atau tentang warna garis saja misalnya, melainkan juga mencakup unsur tentang huruf.

